Masih Banyak Penduduk Indonesia Buang Air Besar Sembarangan (BABS)

Posted on

Masih banyak penduduk Indonesia saat ini masih melakukan kegiatan buang air besar sembarangan (BABS), baik langsung maupun tidak langsung, 18 % persen di antaranya ada di wilayah perkotaan.Saat ini penduduk yang memiliki akses terhadap prasarana sarana sanitasi setempat (on-site) yang aman dengan menggunakan tanki septik baru sekitar 70 % untuk di perkotaan,sedangkan di pedesaan baru sekitar 32 %.

Hal ini juga disebabkan masih kurangnya anggaran untuk sektor sanitasi yakni di bawah rata-rata satu persen APBD/APBN.Akibat kondisi dan minimnya anggaran di sektor sanitasi tersebut, sebanyak 53 sungai di Jawa, Sumatra, Bali dan Sulawesi, 74 % tercemar berat oleh bahan organik dan 11 sungai utama tercemar berat oleh zat amonium.

Selain itu juga terjadi berbagai dampak lainnya, seperti, genangan di pemukiman dan wilayah strategis di perkotaan menjadi semakin sering terjadi. Kondisi tersebut diperburuk dengan pola hujan yang tidak teratur sehingga terjadi berbagai kasus kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah seperti KLB diare, muntaber dan lain sebagainya.

Begitu juga degradasi lingkungan, serta potensi adanya kerugian ekonomi sampai dengan miliaran rupiah pertahun.”Banyak penyebab terjadinya kondisi tersebut, yang paling utama kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Hal ini juga didukung masih rendahnya prioritas pemerintah dan legislatif untuk pembangunan sanitasi.

Selain itu, masih ada beberapa penyebab lainnya seperti, pelayanan sanitasi saat ini masih dianggap hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar semata. Padahal, juga untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing kota.Beberapa daerah perkotaan juga masih tidak didukung dengan rencana strategis, master plan dan dokumen proyek untuk peningkatan pelayanan sanitasi, sehingga hal tersebut mengakibatkan terbatasnya akses ke sumber-sumber pendanaan.

Perlu adanya terobosan untuk menanggulangi hal tersebut.

  1. Salah satu terobosan dalam pembangunan sanitasi dengan program percepatan pembangunan sanitasi perkotaan (PPSP) tahun 2010-2014. Kegiatan tersebut dimulai dengan memunculkan prinsip bahwa sanitasi urusan bersama yang di dalamnya terdiri dari pemerintah baik pusat, provinsi, kota/kabupaten, swasta lembaga donor serta masyarakat umum.
  2. Program PAMSIMAS sekarang sudah banyak di desa, dan berdasarkan hasil verifikasi, kini warga, sudah memiliki jamban yang memenuhi kriteria sehat. Pelaksanaan program PAMSIMAS terutama dalam meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada masyarakat dapat dikatakan berhasil.Salah satu tujuan program Pamsimas adalah peningkatan kesehatan dan perilaku higienis dan pelayanan sanitasi.

 

(Heri Kurniawan, Pkm Kuwarasan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s