Kebumen Tanggap Flu Burung

Posted on

Penyakit flu burung atau flu unggas (Bird Flu, Avian Influenza) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza tipe A jenis H5N1 dan ditularkan oleh unggas. Sumber virus diduga berasal dari migrasi burung dan transportasi unggas yang terinfeksi. Di Indonesia, pada Januari 2004, di beberapa propinsi  terutama Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Barat dilaporkan adanya kasus kematian ayam ternak yang luar biasa, konfirmasi terakhir oleh Departemen Pertanian disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza (AI). Jumlah unggas yang mati akibat wabah penyakit flu burung di 10 propinsi di Indonesia sangat besar yaitu 3.842.275 ekor (4,77%) dan yang paling tinggi jumlah kematiannya adalah propinsi Jawa Barat (1.541.427 ekor).

Penyakit Flu Burung di Kabupaten Kebumen juga sudah mulai marak diperbincangkan. Sebut saja di Kecamatan Pejagoan, pada bulan Februari 2012 warga Pejagoan dihebohkan dengan adanya kematian wanita yang diduga akibat kasus flu burung. Kemudian pada bulan September 2012, kembali terjadi kehebohan karena ditemukan banyak kematian unggas secara mendadak di Desa Aditirto, Pejagoan. Hal inilah yang membuat warga Kecamatan Pejagoan pada khususnya, dan masyarakat Kebumen pada umumnya untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit flu yang ditularkan oleh unggas ini.

Yang perlu diwaspadai dari kasus penyakit ini adalah penularannya kepada manusia. Flu burung menular dari unggas ke unggas, dan dari unggas kemanusia, melalui air liur, lendir dari hidung dan feces. Penyakit ini dapat menular melalui udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekreta burung/unggas yang menderita flu burung. Penularan dari unggas ke manusia juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Contohnya: pekerja di peternakan ayam , pemotong ayam dan penjamah produk unggas lainnya.

Selain itu, kita juga harus mengetahui bagaimana gejala dan upaya pencegahan terhadap penyakit flu burung agar kita mampu mengenali dari awal dan melakukan identifikasi apabila terjadi kasus penyakit serupa flu burung. Gejala flu burung dapat dibedakan pada unggas dan manusia. Gejala pada unggas yaitu jengger berwarna biru, borok di kaki, kematian mendadak. Sedangkan gejala pada manusia yaitu Demam (suhu badan diatas 38 oC), Batuk dan nyeri tenggorokan, Radang saluran pernapasan atas, dan nyeri otot.

 

Lalu bagaimana dengan upaya pencegahannya??

Upaya pencegahan terhadap penyakit flu burung adalah :

  1. Pada Unggas yaitu dengan pemusnahan pada unggas yang terinfeksi flu burung.
  2. Pada Manusia :

1. Kelompok berisiko tinggi (pekerja peternakan dan pedagang)

a. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja.

b. Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.

c. Menggunakan alat pelindung diri. (contoh : masker dan pakaian kerja).

d. Meninggalkan pakaian kerja ditempat kerja.

e. Membersihkan kotoran unggas setiap hari.

2.   Masyarakat umum

  1. Menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan bergizi & istirahat cukup.
  2. Mengolah unggas dengan cara yang benar, yaitu :

– Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya)
– Memasak daging ayam sampai dengan matang sempurna.

Dinas Peternakan Kabupaten Kebumen dengan sigap bersedia turun langsung ke lapangan apabila dilaporkan ada kasus kematian unggas secara mendadak. Hal ini sudah dilakukan pada saat kasus kematian unggas di Desa Aditirto, Pejagoan. Kepala Desa melaporkan kasus kematian unggas mendadak dan ternyata setelah dilakukan Rapid Test (test cepat) pada unggas mati diperoleh hasil specimen negative flu burung.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen juga siap andil bagian dalam hal tanggap flu burung di Kebumen. Dibuktikan dengan kesediaannya dalam melakukan penyuluhan, pemutaran film, dan Penyelidikan Epidemiologi apabila ada kasus.

Melihat kenyataan ini seyogyanya masyarakat tidak perlu panik dengan adanya kasus flu burung di Kebumen, tetapi harus tetap waspada, terutama bagi kelompok yang beresiko karena kita tidak bisa memungkiri bahwa virus ini di negara lain telah menginfeksi manusia.

(Maya Triana Putri, Sanitarian Pusk Pejagoan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s