CINTAI POSYANDU

Posted on

Ujung tombak keberhasilan kesehatan di Indonesia adalah aktifnya Posyandu. Kesehatan ibu, anak, dan pasangan usia subur dikelola oleh Posyandu. Setiap bayi mendapatkan imunisasi gratis di Posyandu. Semua balita dipantau tumbuh kembangnya melalui Posyandu. Pasangan Usia Subur dapat memperoleh pelayanan KB di Posyandu. Pemeriksaaan kehamilan juga bisa dilakukan di Posyandu.  Semua kegiatan tersebut adalah pelayanan kesehatan dasar yang sangat penting.

Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan berbasis masyarakat (UKBM). Kegiatan dikelola oleh masyarakat ditingkat desa/kelurahan. Kegiatan dilaksanakan oleh sedikitnya 5 orang Kader Kesehatan setiap Posyandu. Fasilitator dan pembina Posyandu ditingkat kecamatan adalah Puskesmas. Dalam pelaksanaannya, dukungan dan kerjasama dari Llintas sektor juga sangat penting. Keberhasilan Posyandu di tingkat kecamatan adalah keberhasilan Kabupaten/kota. Demikian seterusnya, sehingga menjadi pencapaian negara Indonesia dibidang kesehatan.

Kegiatan dalam Posyandu terdiri dari 5 Meja Posyandu. Meja I adalah pendaftaran. Sebelum mendapatkan pelayanan di Posyandu terlebih dahulu melakukan pendaftaran. Kader kesehatan di Meja I akan menggali informasi yang dibutuhkan, misalnya nama, umur, dan lain-lain. Meja II adalah penimbangan. Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan penting untuk memantau tumbuh kembang anak. Meja III adalah pencatatan dan pelaporan. Hasil penimbangan dicatat dan dilaporkan sebagai bentuk pertanggungjawaban. Meja IV adalah meja penyuluhan. Kader kesehatan dilatih untuk dapat memberikan penyuluhan dan informasi kepada ibu balita. Meja V adalah pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang dilakukan di Posyandu meliputi imunisasi, pemeriksaan kehamilan dan pelayanan KB.

Puskesmas Ambal II adalah salah satu Puskesmas di Kabupaten Kebumen. Puskesmas Ambal II dengan wilayah binaan sebanyak 16 desa, memiliki 58 Posyandu. Kegiatan Posyandu rutin dilakukan tiap bulan di setiap desa. Kader Kesehatan yang bertugas di 58 posyandu berjumlah 290, yaitu 5 kader tiap Posyandu. Petugas kesehatan dari puskesmas berperan sebagai fasilitator dalam pelaksanaan posyandu.

Pelaksanaan posyandu di wilayah Puskesmas Ambal II cukup baik, meskipun belum sempurna. Masyarakat desa sangat mendukung kelancaran Posyandu. Kegiatan juga berjalan rutin tiap bulan. Pelaksanaan 5 meja Posyandu sudah dilaksanakan dengan seoptimal mungkin.  Target balita yang datang dan ditimbang (D/S) mencapai lebih dari 80%. Para kader kesehatan yang bertugas juga mendapatkan pembinaan rutin tiap bulan di Puskesmas.

Posyandu akan berjalan lebih optimal jika sarana dan prasarana sudah memenuhi kebutuhan. Akan tetapi, di wilayah Puskesmas Ambal II hal itu kurang memadai. Masih banyak Posyandu yang belum memiliki gedung sendiri. Dari 16 desa, baru 1 desa yang mempunyai gedung Posyandu. Prasarana yang ada juga masih kurang memadai. Sampai saat ini, Posyandu berjalan dengan menggunakan sarana dan prasarana seadanya.

Puskesmas ambal II terus berkomitmen untuk mengembangkan dan mengoptimalkan posyandu. Posyandu adalah milik masyarakat dan terlaksana atas peran serta masyarakat. Dengan dukungan dari semua sektor, Posyandu pasti akan berdiri sebagai UKBM yang besar. Sehatnya Indonesia berawal dari sehatnya ibu dan anak. Posyandu adalah palayanan terdekat dan paling terjangkau bagi seluruh ibu dan anak. Puskesmas Ambal II mengawali tujuan itu dengan terlebih dahulu mencintai Posyandu.

Rina Rudi (Pusk Ambal I)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s