BANK SAMPAH SOLUSI DARI MASYARAKAT UNTUK MASYARAKAT

Posted on

Sampah akhir-akhir ini menjadi hal yang hangat dibicarakan dibeberapa media nasional. Sampah yang dahulu hanya menjadi barang buangan ternyata telah membuka berbagai lapangan pekerjaan. Seperti liputan dari kompas.com mengenai bank sampah yang berhasil menjadi salah satu alternative pengelolaan sampah di masyarakat.

Bank sampah merupakan hasil kreatifitas masyarakat yang menginginkan pengelolaan sampah yang lebih mandiri. Tidak hanya mandiri namun juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Bank sampah pada mulanya dikembangkan di Bagegan Bantul Yogyakarta. Bank sampah telah banyak direplykasi dibeberapa daerah di Indonesia dan hasilnya mengembirakan.

Pada prinsipnya pengelolaan bank sampah adalah pemilahan sampah pada sumbernya. Sampah dipilah menggunakan 3 kantung yaitu untuk sampah kertas, plastic/botol, dan logam. Sampah yang telah dipilah kemudian disetorkan ke bank sampah untuk ditimbang dan dikumpulkan dengan yang lain dan dicatat pada buku tabungan sampah. Namun tidak berhenti disitu saja, sampah yang terkumpul juga masih dilakukan pengelompokan dan penyeleksian untuk dijadikan barang kerajinan. Secara umum kegaitan dibank sampah meliputi :

  1. Pengumpulan sampah

Pengumpulan sampah merupakan kegiatan rutin dibank sampah. Biasanya kegiatan ini disepakati waktunya sehingga sampah yang terkumpul bisa banyak. Pengumpulan sampah dilakukan per golongan sampah sehingga memudahkan pengelola.

2. Penggunaan kembali sampah

Ada berberapa sampah yang digunakan kembali untuk dijadikan kerajinan. Sampah ini biasanya berupa bungkus makanan ringan atau minuman ringan. Sampah untuk kerajinan harus memiliki tekstur dan warna yang menarik sehingga kerajinan yang dihasilakn bermutu baik.

3. Penjualan sampah

Penjualan sampah dilakukan bila mana sampah yang terkumpul sudah tida ada yang dipergunakan kembali. Penjualan sampah dilakukan bekerjasama dengan pengepul sampah. Hasil penjualan ini dikumpulkan dan dibagikan ke penabung sesuai dengan sampah yang disetor dikurangi biaya pengelolaan yang disepakati bersama.

Bank sampah telah menjadi alternative pengelolaan sampah dimasyarakat. Hal ini dibuktikan dengan makin banyaknya daerah yang mereplykasinya. Bank sampah juga telah menjadi wahana yang efektif dalam mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan. Dengan makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah, diharapkan cara pembuangan dan pembakaran sampah lambat laun akan menghilang.

(Suryadi, Pusk Buluspesantren II)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s