PERTEMUAN KOORDINASI PROGRAM SURVEILANS DAN IMUNISASI TINGKAT REGIONAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012

Posted on

Cakupan imunisasi rutin bayi merupakan salah satu komponen penting di dalam pencapaian target nasional dan global Millenium Development Goal’s (MDG’s). Adanya kegiatan imunisasi pada bayi, wanita usia subur maupun kelompok masyarakat berisiko tinggi, dapat menurunkan angka kesakitan maupun kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Data sampai dengan awal Februari 2012 menunjukkan di beberapa kota kabupaten di Jawa Tengah masih terdapat cakupan imunisasi yang rendah dan adanya kejadian luar biasa. Pada tahun 2011 kejadian Campak tejadi 33 kali, Difteri 8 kali, TN 4 kali dan AFP 215 kasus.

Adanya perubahan pola musim menyebabkan sulit untuk memprediksi pola kejadian beberapa penyakit menular berpotensi KLB. Kecepatan informasi sangat diperlukan sebagai respon cepat sehingga bisa meminimalisir kerugian akibat KLB. Kejadian penyakit tidak mengenal batas wilayah dan administrasi, untuk itu perlu koordinasi dalam upaya pengendalian penyakit.

Pada Kamis, 12 April 2012 diselenggarakan Pertemuan Koordinasi Program Surveilans Dan Imunisasi Tingkat Regional Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012 di Kabupaten Purbalingga dengan peserta kepala seksi, pengelola program surveilans dan imunisasi di kabupaten/kota, dan pengelola surveilans dan imunisasi puskesmas. Pertemuan dihadiri dari perwakilan 6 kabupaten, yaitu Kabupaten Purworejo, Kebumen, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga dan Cilacap. Pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan kegiatan surveilans dan imunisasi di kabupaten/kota di Jawa Tengah selama tahun 2012.

Pada pertemuan ini, sebagai pembicara, yaitu Pengelola Program Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah, Pengelola Program Surveilans Dinas Keehatan Kabupaten Banyumas. Materi yang disampaikan pada pertemuan kali ini meliputi : Evaluasi Program Imunisasi tahun 2011 dan Cold Chain, Evaluasi Program Surveilans dan EWARS dan ditutup dengan materi Evaluasi EWARS di Kabupaten Banyumas oleh Dinas Keehatan Kabupaten Banyumas

Secara garis besar, Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengelola program surveilans kabupaten/kota karena kerja kerasnya selama ini membuahkan hasil, yaitu Jawa Tengah sebagai juara 1 tingkat nasional dalam hal Pengendalian Penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Tetapi berdasarkan evaluasi WHO, Jawa Tengah dianggap kurang serius di dalam hal mengendalikan PD3I, hal ini disebabkan petugas surveilans se-kabupaten/kota di Jawa Tengah hanya menemukan kasus sesuai target, tidak berusaha untuk melacak atau menemukan kasus melebihi target yang ditentukan.

Pemateri juga menyampaikan evaluasi kinerja masing-masing kabupaten/kota berdasarkan indikator kinerja program surveilans yang terdiri dari 11 indikator. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah mengingatkan masih perlunya kerja keras petugas surveilans kab/kota untuk menemukan/melacak kasus AFP, dengan target pada tahun 2012 sebanyak 177 kasus AFP.

Sedangkan untuk evaluasi Program Imunisasi, beberapa hal yang disampaikan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah antara lain pencapaian kabupaten/kota di Jawa Tengah berdasarkan cakupan HB 0, BCG, DPT-HB 3, Polio 4, Campak, UCI desa, hasil BIAS DT-Td dan BIAS Campak serta DO Campak dan DPT-HB 3. Disampiang itu Dinas Kesehatan Propinsi juga menyampaikan beberapa hal yang bersifat umum tentang pengelolaan rantai vaksin, perhitungan status TT WUS dan sasaran bayi dan ibu hamil yang sudah harus disinkronkan atau disepakati dengan Program KIA. Petugas imunisasi baik di tingkat puskesmas maupun kabupaten/kota harus lebih bekerja keras lagi untuk mencapai target indikator kinerja yang meningkat pada tahun 2012, yaitu cakupan minimal UCI desa yaitu 85 % untuk setiap antigen, BGG, DPT-HB 3, Polio 4 dan Campak dengan target UCI desa sebesar 100 %.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas menyampaikan evaluasi tentang pelaksanaan EWARS di Kabupaten Banyumas. Inti dari materi tersebut kurang maksimalnya pengelolaan data EWARS yang masuk karena petugasnya merupakan fungsional sanitarian, keterlambatan data dari PKD/bidan ke puskesmas, belum optimalnya konfirmasi alert/waspada KLB dari kabupaten ke puskesmas, buletin belum dilaksanakan, analisis data tidak bisa dilaksanakan sampai lingkup terkecil (desa), biaya SMS.

Desi Frageti,SKM

One thought on “PERTEMUAN KOORDINASI PROGRAM SURVEILANS DAN IMUNISASI TINGKAT REGIONAL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012

    surveilansmaros said:
    23/05/2012 pukul 05:39

    terus semangat surveilans kebumen…terima kasih infonya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s