MEMILIH ALAT KONTRASEPSI

Posted on

A.     Latar Belakang

Kontrasepsi  bukan istilah yang asing bagi kita. Mendengar kata kontrasepsi, persepsi pastilah sebagai alat untuk mencegah kehamilan, tetapi yang sebenarnya fungsi kontrasepsi adalah merencanakan kehamilan sehingga setiap pasangan dapat memperoleh anak sesuai waktu yang diinginkan dan memberikan perawatan dan pemeliharaan seoptimal mungkin. Bayangkan jika tanpa kontrasepsi, mungkin sebuah keluarga dapat memiliki banyak anak dengan waktu yang berdekatan, disamping repot mengasuh anak juga tidak baik bagi kesehatan ibu dan anaknya. Tetapi pada umumnya pasangan tidak nyaman bersenggama jika menggunakan alat kontrasepsi atau lebih parahnya lagi gagal merencanakan kehamilan sehingga terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, setiap pasangan perlu mengetahui kelebihan dan kekurangan serta tingkat keberhasilan kontrasepsi dalam menunda kehamilan.

B.     Tujuan

Mengetahui, kelebihan dan kekurangan serta tingkat keberhasilan berbagai macam alat kontrasepsi

C.     Isi

Secara umum. ada 3 macam alat kontrasepsi, yaitu :

1.      Kontrasepsi mekanik

  • Kondom

Kondom menampung sperma sehingga tidak masuk ke dalam vagina. Kelebihan alat ini antara lain harganya murah, mudah didapat, tidak perlu resep dokter, dan bisa mencegah penularan penyakit menular seksual (PMS). Tetapi sebagian pria merasa kurang nyaman dengan penggunaan kondom karena penurunan sensasi seksual, dapat terjadi kebocoran karena bentuknya tipis, dan menimbulkan alergi pada pengguna yang alergi terhadap karet. Selain itu efektivitasnya hanya 90 % atau diperkirakan       2-15 % wanita dapat hamil walaupun pasangan prianya menggunakan kondom, Pemakaian alat hanya untuk sekali pakai.

  • Diafragma

Merupakan kondom untuk wanita yang mencegah masuknya sperma ke dalam vagina. Bentuknya lebih tebal dari kondom pria sehingga kemungkinan untuk bocor lebih kecil, Kondom ini juga berfungsi untuk mencegah penularan penyakit seksual dan tidak menimbulkan alergi. Kerugiannya beberapa pasangan merasa tidak nyaman ketika berhubungan, harganya mahal, dan tidak efektif untuk semua posisi. Pemakaian alat hanya untuk sekali pakai.

 

  • Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/IUD

Lebih dikenal dengan spiral. Alat ini menimbulkan reaksi yang dapat mencegah bersarangnya sel telur yang telah dibuahi di dalam rahim. Keuntungan memakai alat ini adalah penggunaannya berlaku untuk jangka panjang, sekitar 2-5 tahun (tergantung jenisnya), tidak mempengaruhi produksi ASI, kesuburan cepat kembali setelah AKDR dilepas dan efektivitasnya yang tinggi yaitu sekitar 98 %. Tetapi alat ini dapat menimbulkan infeksi karena pendarahan atau perlukaan dan lebih mudah mengalami keputihan, menstruasi tidak teratur, vagina kering, sakit kepala, mual dan muntah.

  • Spermisida

Spermisida merupakan senyawa yang dapat membunuh sperma yang dimasukkan ke dalam vagina, 5-10 menit sebelum berhubungan, sehingga pemanfaatannya untuk sekali pakai. Alat ini akan efektif jika disertai penggunaan kondom atau diafragma. Jika salah dalam penggunaannya, efektivitasnya hanya sekitar 70 %. Penggunaan spermisida dapat membuat tidak nyaman dan alergi.

2.      Kontrasepsi hormonal

Ada beberapa macam alat kontrasepsi hormonal, yaitu :

  • Pil atau tablet

Pil KB bekerja dengan 2 cara, yaitu menghentikan ovulasi (mencegah ovarium mengeluarkan sel telur dan mengentalkan mucus serviks sehingga menghambat pergerakan sperma menuju rahim. Efektivitas pil KB mencapai 99% juga memberi peran kepada wanita untuk mengendalikan kehamilan. Pil KB dapat meningkatkan libido, sebagai obat endometriosis, haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid. Tetapi pil KB tidak melindungi dari penularan PMS, tidak boleh dipakai oleh wanita dengan masalah kesehatan tertentu seperti penderita diabetes, liver dan jantung, harus dikonsumsi setiap hari agar efektif, menambah berat badan, mual, menimbulkan vlek hitam, mudah tersinggung, mempengaruhi produksi ASI dan meningkatkan risiko menderita thrombosis.

  • Suntikan

Kontrasepsi ini menyuntikkan hormon sistesis yang disuntikkan ke dalam tubuh dalam jangka waktu tertentu. Suntik KB tidak mempengaruhi produksi ASI, bisa mengurangi endometriosis. Tetapi Suntik KB dapat menyebabkan pertambahan berat badan, darah haid sedikit atau tidak haid sama sekali (pendarahan tidak menentu), tidak dapat melindungi dari PMS, dan perlu waktu untuk dapat subur kembali. Keefektifan alat ini setara dengan pil KB atau hanya ada 3-5 wanita dari 1000 pasangan hamil dalam setahun. Penyuntikan KB bisa dilakukan setiap 3 bulan (Depoprovera), 10 minggu (Norigest) atau setiap bulan (Cyclofem)

  •  Susuk

Mekanisme kerja alat ini sama dengan Pil dan suntik KB,perbedaannya hanya pada cara pemakaiannya. Pemakaian alat ini dapat menyebabkan gangguan haid, bercak atau tidak haid sama sekali. Susuk KB juga menyebabkan kegemukan, payudara tegang, liang senggama kering, pada beberapa wanita dapat menyebabkan sakit kepala dan jerawat, tidak dapat melindungi dari penularan PMS dan dapat menimbulkan infeksi pada saat pelepasan susuk. Efektifitasnya, dari 10.000 pasangan, ada 4 wanita yang hamil dalam setahun. Pemanfaatan alat ini berlangsung selama 3 tahun.

3.      Kontrasepsi mantap (Sterilisasi)

Operasi yang dilakukan pada saluran sperma pria dan saluran telur wanita sehingga menghambat keluarnya sperma maupun sel telur meskipun terjadi ejakulasi. Dengan sterilisasi, pasangan tidak perlu memikirkan kontrasepsi selamanya. Kontrasepsi ini membutuhkan operasi mayor dan bersifat permanen atau tidak bisa dibatalkan seperti halnya alat kontrasepsi lainnya dan tidak bisa melindungi penggunanya dari penularan PMS. Sterilisasi ini sangat efektif tetapi masih ada peluang 1% untuk terjadi kehamilan meskipun tubektomi (pria) dan vasektomi (wanita) telah dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Alat kontrasepsi dapat dikatakan tidak cocok jika pada diri pemakainya terjadi :

  1. Berat tubuh tidak stabil
  2. Menimbulkan perubahan emosi seperti cepat marah, gelisah
  3. Menyebabkan keputihan bahkan berlebihan/sering
  4. Pola haid tidak teratur atau terganggu.

D.     Penutup

Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan :

  1. Ada 3 jenis kontrasepsi, yaitu kontrasepsi mekanik, kontrasepsi hormonal dan kontrasepsi mantap.
  2. Tidak ada alat kontrasepsi yang memberikan perlindungan 100 % dari terjadinya kehamilan
  3. Tidak ada alat kontrasepsi yang tanpa efek samping/kelemahan, sehingga hendaknya setiap pasangan menentukan bersama kontrasepsi yang akan digunakan.

(Desi Frageti, SKM)

Pustaka

http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/03/24/mengenal-lebih-dalam-aneka-alat-kontrasepsi/

http://majalahkesehatan.com/8-metode-kontrasepsi-kelebihan-dan-kekurangan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s