SEKILAS TENTANG CHIKUNGUNYA

Posted on

Penyakit menular menyebar melalui berbagai media penularan, salah satunya melalui vektor berupa nyamuk. Dan di antara penyakit dengan media penularan melalui nyamuk yaitu chikungunya. Di Kabupaten Kebumen, Chikungunya tidak termasauk 10 besar pola penyakit, namun merupakan penyakit yang menyebabkan KLB.

Berdasarkan laporan tahunan Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, pada 2008 terjadi  KLB Chikungunya di wilayah 3 Puskesmas, yaitu Sruweng, Karangsambung dan Ayah II dan pada 2009 KLB chikungunya  tersebar di 37 desa (12 puskesmas) di Kabupaten Kebumen.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus Chikungunya atau mencegah timbulnya KLB Chikungunya perlu dilakukan upaya pencegahan oleh semua lapisan masyarakat Kabupaten Kebumen. Karena tugas/tanggungjawab masalah kesehatan/pengendalian penyakit bukan semata-mata tugas Dinas Kesehatan bersama jajarannya tetapi menjadi tugas tanggungjawab semua masyarakat di Kabupaten Kebumen Untuk meningkatkan peran serta masyarakat Kabupaten Kebumen di dalam pengendalian Chikungunya, masyarakat perlu diberikan pengetahuan/peningkatan pemahaman tentang Chikungunya. Harapannya dengan pemberian materi penyuluhan mulai dari  apa, penyebab, gejala/tanda-tanda, cara diagnosis, pencegahan hingga pengobatan chikungunya, masyarakat semakin tahun perannya di dalam mendukung kegiatan pengendalian  Chikungunya.

A. Chikungunya dan gejalanya

Chikungunya, adalah penyakit virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk terinfeksi. Chikungunya ditandai dengan demam tiba-tiba, disertai dengan nyeri sendi. Tanda-tanda dan gejala umum lainnya termasuk nyeri otot, sakit kepala, mual, kelelahan, dan ruam. Rasa sakit sendi sering sangat melemahkan, tetapi biasanya berakhir dalam beberapa hari atau minggu. Sebagian besar pasien sembuh, namun dalam beberapa kasus nyeri sendi dapat bertahan selama beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Sesekali kasus mengalami sakit mata, syaraf dan pernah dilaporkan komplikasi jantung, serta keluhan gastrointestinal. Komplikasi yang serius tidak umum, tetapi pada orang tua, penyakit ini bisa memberikan kontribusi penyebab kematian. Seringkali gejala pada orang yang terinfeksi dan infeksi ringan mungkin tidak dikenali, atau sering terjadi salah diagnosis dengan demam berdarah.
B.  Diagnosis

Manifestasi klinis demam Chikungunya mirip dengan demam berdarah. Laboratorium diagnosis sangat penting untuk menentukan penyebab. Beberapa metode dapat digunakan untuk diagnosis. Tes serologis, seperti tes enzim-linked immunosorbent (ELISA), bisa mengkonfirmasi kehadiran IgM dan anti-antibodi IgG Chikungunya. Tingkat antibodi IgM yang tertinggi 3-5 minggu setelah onset penyakit dan bertahan selama sekitar dua bulan. Diagnosis lainnya reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR) dengan mengisolasi virus dari darah selama beberapa hari pertama infeksi.

C. Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit ini. Perawatan diarahkan terutama untuk menghilangkan gejala-gejala, termasuk sakit sendi. Pengobatan simtomatik untuk mengurangi nyeri dan demam menggunakan obat anti-inflamasi  dan cukup istirahat. Nyeri sendi persisten mungkin memerlukan analgesik dan terapi anti-inflamasi jangka panjang. Pemulihan dapat diperpanjang sampai satu tahun atau lebih. Walaupun disebabkan oleh virus, tetapi belum ada vaksin komersial untuk mencegah penyakit ini.

D.  Pencegahan

Karena belum ada vaksin untuk melawan infeksi virus, maka pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk dan mengurangi habitat/ sarang nyamuk.

  1. Menghindari gigitan nyamuk
  • Menggunakan baju lengan penuh dan gaun panjang untuk menutupi anggota badan
  • Menggunakan obat anti nyamuk, repellents dan tikar uap listrik pada siang hari. Repellents harus mengandung DEET (N, N-dietil-3-methylbenzamide), IR3535 (3 – [N-asetil-N-butil]-aminopropionic asam etil ester) atau icaridin (asam 1-piperidinecarboxylic, 2 – (2-hidroksietil) -1-methylpropylester).
  • Menggunakan kelambu – untuk melindungi di saat istirahat di siang hari. Efektivitas kelambu dapat ditingkatkan dengan dilengkapi permetrin (insektisida piretroid). Gorden (kain atau bambu) juga dapat dilengkapi dengan insektisida dan menggantung di jendela atau pintu, untuk mengusir atau membunuh nyamuk.
  1. Mengurangi habitat nyamuk

           Habitat tempat berkembang biaknya nyamuk yang berada dekat dengan tempat tinggal manusia merupakan faktor risiko yang signifikan untuk Chikungunya juga untuk penyakit lain yang penularannya melalui spesies ini. Pencegahan dan kontrol sangat bergantung pada mengurangi jumlah habitat alami dan wadah buatan berisi air yang mendukung perkembangbiakan dari nyamuk. Untuk kegiatan kontrol memerlukan mobilisasi masyarakat yang terkena dampak. Nyamuk Aedes sebagai media penularan Chikungunya hidup dalam wadah buatan di sekitar tempat tinggal manusia. Wadah ini sebagai tempat penampungan air hujan, dan termasuk ban bekas, pot bunga, drum minyak tua, palung hewan air, kapal penyimpanan air, dan kemasan makanan plastik. Untuk itu harus membuang air pada tempat penampungan air/mengubur kontainer tempat penampungan air yang tidak terpakai/mengganti air pada tempat penampungan secara berkala, misal pot bunga, tempat minum burung. Gulma dan rumput tinggi harus dipotong pendek untuk meminimalkan ruang teduh di mana serangga dewasa sembunyi dan istirahat selama siang hari panas. Fogging dan sanitasi jalan dengan pengelolaan sampah yang benar (fogging tidak selalu efektif, namun dapat dilakukan saat terjadi KLB). Untuk itu pengendalian efektif terhadap chikungunya yaitu PSN dengan memobilisasi masyarakat terutama pada saat terjadi KLB.

E.   Tentang Vektor Penyakit

Chikungunya disebabkan oleh virus yang menular dari manusia ke manusia oleh gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Paling umum, nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua spesies yang juga dapat menularkan virus lain, termasuk demam berdarah. Nyamuk ini dapat ditemukan menggigit setiap jam pada siang hari, walaupun mungkin ada puncak kegiatan pada pagi dan sore. Kedua spesies tersebut ditemukan menggigit di luar rumah, tapi Aedes aegypti juga dapat ditemukan menggigit dalam ruangan. Setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi, mulai sakit terjadi biasanya antara empat dan delapan hari, tetapi dapat berkisar dari dua sampai 12 hari.

Dalam beberapa dekade terakhir Aedes albopictus telah menyebar dari Asia ke Afrika, Eropa dan Amerika. Spesies Aedes albopictus dapat tumbuh subur di berbagai habitat peternakan/wadah alami dibandingi Aedes aegypti, termasuk sekam kelapa, polong kakao, tunggul bambu, lubang pohon dan kolam batu, di samping kontainer buatan seperti ban kendaraan dan tatakan di bawah pot tanaman. Keragaman habitat ini menunjukkan Ae. albopictus terdapat di pedesaan serta daerah pinggiran kota dan taman-taman kota yang rindang. Sedangkan  Aedes aegypti lebih erat terkait dengan tempat tinggal manusia dan menggunakan habitat kontainer di dalam rumah, termasuk vas bunga, kapal air dan tangki penyimpanan air beton di kamar mandi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s