ROKOK DAN TIPS BERHENTI MEROKOK

Posted on Updated on

“Rokok dan Tips Berhenti Merokok” merupakan makalah yang sengaja disampaikan oleh penulis untuk lebih mengingatkan kembali kepada para pembaca tentang bahaya merokok bagi kesehatan. Kita masih sering menjumpai para perokok melakukan aksinya, bahkan di tempat umum sekalipun. Bukan mereka tidak tahu bahaya merokok tetapi lebih karena kondisi yang mendukung dan sulitnya mengubah kebiasaan merokok. Untuk itu penulis menyampaikan 3 bahasan dalam makalah ini yaitu tentang kondisi di Indonesia berkaitan dengan merokok, bahaya merokok dan tips berhenti merokok.

A. Kondisi di Indonesia berkaitan dengan merokok

Rokok disinyalir sebagai penyebab kanker tertinggi di Indonesia dan Indonesia merupakan negara konsumsi tembakau tertinggi ke-5 di dunia. Sedangkan di  kawasan Asia Tenggara dari  124 juta dewasa merokok, 46% nya berada di Indonesia. Perokok aktif dewasa di Indonesia 34,4 % dari total penduduk 234 juta jiwa. 70 % perokok diantaranya berasal dari kalangan keluarga miskin atau dapat dikatakan 84,8 juta jiwa perokok di Indonesia berpenghasilan kurang dari Rp 20 ribu per hari.  Bagi perokok, mengeluarkan uangnya untuk rokok enam kali lebih penting dari pendidikan dan kesehatan. Perbandingan Pengeluaran untuk Rokok dan Kebutuhan lain pada rumah tangga miskin perokok : 14 kali lipat dari daging, 5 kali lipat dari telur & susu, 8 kali lipat dari pendidikan, 6 kali lipat dari kesehatan. Merajalelanya perokok di Indonesi didukung bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara di wilayah ASEAN yang belum meratifikasi Konvensi WHO tentang Pengendalian Rokok (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC). Indonesia belum memiliki Undang-Undang khusus  tentang Pengendalian Tembakau, dan Lemahnya Peraturan Pemerintah No. 19/2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan

B. Bahaya Rokok

Rokok mengandung berbagai zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan karena peruntukannya tidak untuk dikonsumsi oleh manusia. Rokok mengandung Acetaion yang berfungsi menghapus cat, methanol sebagai bahan bakar roket, Naphatalene (kapur barus), Cadmium sebagi bahan bakar accu, Vynil Cloride sebagai bahan plastik PVC,  Amonia digunakan sebagai pembersih lantai, Toulene (pelarut industri), Hydrogen sianida yang biasa merupakan racun mematikan, arsenic atau racun semut putih, dan butan sebagai bahan pembuatan korek api.

Menurut WHO tiap 6,5 detik meninggal akibat rokok. Riset memperkirakan bahwa orang yang mulai merokok pada usia remaja (70 % perokok mulai dari usia ini) dan  terus merokok selama 2 dekade atau lebih akan meninggal 20-25 tahun lebih awal dari orang yang tidak merokok. Akibat merokok rambut rontok, katarak, kulit keriput, kanker kulit, tuli, osteoporosis, karies, emphysema (pelebaran dan perusakan kantung udara paru-paru), penya jantung, kanker : mulut, hidung, kandung kemih, anus, payudara, diskolori jari-jari, tukakk lambung, peny buerger/penambahan aliran darah, kanker uterus, kerusakan sperma, psoriasis/bercak merah dan gatal. Menurut data Yayasan Kanker Indonesia (YKI), hampir 80 persen pengidap kanker paru-paru mempunyai kebiasaan merokok. Semakin banyak jumlah batang rokok yang diisap, risiko terkena kanker pun semakin tinggi. Selain itu, merokok pada usia dini juga menjadi faktor pendorong terkena kanker. Dari hasil penelitian yang dipaparkan YKI, perokok yang menghabiskan 25 batang rokok per hari memiliki risiko terkena kanker 23 kali lebih tinggi. Tiga dari 4 kepala keluarga miskin perokok aktif  (74 %) mempunyai kasus gizi buruk pada balita. Pada dewasa, asap rokok menigkatkan resiko penyakit  jantung dan kanker paru 25% lebih tinggi. Isteri Perokok memiliki resiko kanker paru 20-30%. Ibu Hamil yang terpapar asap rokok beresiko mengalami  keguguran, lahir mati, kurang gizi, gangguan pertumbuhan bayi, bayi lahir prematur. Sedangkan pada bayi dan anak asap rokok mengakibatkan perkembangan paru lambat, inteligensi kurang, infeksi saluran napas, infeksi telinga, asma, bayi mati mendadak. Tahun 2001 diperkirakan 40.134 kematian akibat menjadi perokok pasif. ( Kosen et all, 2004 ).

Selain dari aspek penyakit, merokok juga merugikan secara materi. Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau  (DBHCHT) tahun 2005 : Rp 32 trilyun,-   ( 9 % dari total penerimaan pajak), sedangkan biaya medis penyakit terbanyak terkait penggunaan tembakau. Tahun 2005  menghabiskan dana  Rp 1,99 trilyun dan sedikitnya 3.846.373 tahun produktif hilang karena  kematian dini atau kerugian sebesar 3,46 milyar US$ akibat merokok.

C. Tips Berhenti Merokok.

Mengubah kebiasan merokok memang tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi, hal ini dapat dilakukan jika kita sudah memiliki kemauan kuat untuk mengubahnya. Tips yang penulis sampaikan merupakan hasil penyaduran dan menterjemahkan tulisan di sebuah website http://www.webmd.com/smoking-cessation/quit-smoking-10/slideshow-tips-quit-smoking yang  berjudul Proven Strategies to Quit Smoking When You’re Ready to Get Serious” dan sekali lagi tips ini akan berhasil jika perokok sebelum berubah memiliki kemauan kuat untuk berubah. Tips tersebut antara lain :

1. Menyesap Air Dingin dan Makan Makanan Kecil

Minum air dingin dapat membantu mengurangi keinginan merokok. Penelitian baru menunjukkan bahwa menghirup air dingin melalui sedotan dapat melepaskan dopamin, zat kimia yang mempengaruhi otak berfungsi membantu mengurangi suasana hati yang negatif. Makan makanan ringan juga dapat membantu mengurangi keinginan merokok. Kita dapat memilih makanan sehat untuk menghindari kenaikan berat badan.

2. Mengenali Manfaat Berhenti Merokok Dari Pengalaman Orang yang Berhenti Merokok

Kita dapat bertanya tentang pengalaman dari orang yang berhenti merokok dan menuliskan daftar manfaat yang dapat diambil ketika memutuskan untuk berhenti merokok. Ketika timbul dorongan merokok, kita dapat melihat daftar manfaat yang diperoleh untuk mencegah dorongan merokok yang timbul.

3. Sering Menyikat Gigi

Salah satu manfaat langsung berhenti merokok adalah bahwa selera mulut lebih baik dan bau napas lebih segar. Sering menyikat gigi juga dapat mengurangi bau busuk  sehingga gigi menjadi lebih bersih dan segar.

4. Hindari Alkohol

Minum alkohol adalah salah satu alasan paling umum orang kembali untuk merokok. Pengaruh alkohol dapat menurunkan komitmen kita untuk berhenti merokok.

5. Identifikasi Daerah Bebas Asap Rokok

Ketika timbul dorongan untuk merokok,  pergilah ke suatu tempat di mana kita tidak dapat merokok atau dikenal dengan no smoking area

6. Ingat Alasan Berhenti Merokok

Tuliskan daftar semua alasan kita untuk berhenti merokok. Membuat salinan dan memasangnya di mana saja kita menghabiskan waktu – di dapur, di kantor, di samping cermin kamar mandi. Pastikan daftar alasan ditampilkan secara jelas sehingga kita diingatkan dimanapun kita berada. Beberapa mantan perokok mengatakan akan lebih berpengaruh jika daftar alasan tersebut disertai dengan foto keluarga dan orang-orang terkasih.

7. Jadilah Aktif Setiap Hari

Ketika tubuh kita aktif, tubuh mengeluarkan bahan kimia alami yang membantu suasana hati dan mengurangi stress, misal berjalan. Tetapi memilih berbagai kegiatan dapat membantu kita tetap termotivasi khususnya selama beberapa minggu pertama setelah berhenti, Jadi buat sesibuk mungkin diri kita untuk mengurangi kebiasaan merokok.

8. Penuhi Kalender

Selama beberapa minggu pertama berhenti, pastikan hari-hari kita dipenuhi dengan hal-hal yang kita ingin kerjakan. Semakin sibuk, semakin kita akan terhindar dari keinginan merokok.

9. Mengemil

Untuk mengganti rokok di mulut, kita dapat menggantinya dengan mengemil. Pastikan untuk memiliki makanan ringan setiap saat. Jika khawatir tentang berat badan, pilihlah makanan bebas gula.

10. Dukungan orang terdekat

Mintalah seseorang untuk berada di dekat kita ketika kita membutuhkan dukungan.  Dukungan oaring-orang terdekat akan sangat membantu di saat-saat sulit mengubah kebiasaan. Pilihan terbaik adalah teman yang juga seorang mantan perokok yang telah menjauhi kebiasaan.

11. Batasi Kafein

Kafein dapat membuat beberapa orang merasa tegang, gelisah, dan stres. Efek ini dapat diamplifikasi bila sedang dalam proses menjauhi kecanduan nikotin. Jika kafein berpengaruh negatif, maka pelajari lagi apakah kafein memang berfungsi untuk mengurangi kecemasan.

12. Waspada kebiasaan buruk

Emosi negatif – depresi, marah, frustrasi – adalah alasan umum yang membuat orang kembali untuk merokok. suasana hati buruk terjadi pada setiap orang. Dan kemungkinan kita akan mengalami lebih dari itu selama beberapa minggu pertama berhenti merokok. Padasaat seperti ini, kita harus menemukan cara untuk mengalihkan perhatian ,misal berkumpul dengan teman-teman atau melakukan sesuatu yang benar-benar kita menikmatinya.

13. Hindari penghambat

Meskipun teman-teman dan keluarga harus mendukung, tetapi tidak selalu. Beberapa orang mungkin mencoba untuk melemahkan upaya kita untuk berubah. Jika kita merasa bahwa ada orang-orang seperti ini dalam hidup kita, maka hindari mereka. Jika tidak mungkin, duduk dan jelaskan kepada mereka mengapa berhenti begitu penting bagi kita dan mintalah dukungan mereka.

14. Sabar dan tetap pada komitmen

Setelah Kita berhasil melewati dua minggu pertama, kita sedang dalam perjalanan untuk seumur hidup bebas dari kecanduan nikotin. Tapi bersiaplah jika berjalan tidak mulus maka diperlukan kesabaran dan tetap berpegang dengan komitmen.

Demikian makalah ini dibuat dan harapannya dapat berguna bagi semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s